Permintaan, Penawaran, dan Pajak (kaitan dengan elastisitas)
October 14, 2008
Permintaan
- Elastis. Apabila permintaan suatu barang/jasa bersifat elastis, maka sebagian besar pajak akan dibebankan ke produsen. Hanya sebagian kecil yang dibebankan ke konsumen. Ini dikarenakan barang/jasa bersifat elastis, sehingga kenaikan harga akan sangat mempengaruhi permintaan (ingat, permintaan elastis = koefisien elastisitas >1). Selain itu, jika kita melihat hubungan antara elastisitas dan total penerimaan produsen, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan produsen. Hal ini karena prosentase penurunan kuantitas permintaan akan lebih besar dari prosentase kenaikan harga (sehingga secara keseluruhan menurunkan total penerimaan produsen). Oleh karena itu, produsen lebih baik memilih untuk tidak atau membebankan hanya sedikit dari biaya pajak ke konsumen.
- Tidak elastis. Apabila permintaan suatu barang/jasa bersifat tidak elastis, maka sebagian besar pajak akan dibebankan ke konsumen. Hanya sebagian kecil yang dibebankan ke produsen. Ini dikarenakan sifat barang/jasa yang tidak elastis, sehingga kenaikan harga (akibat pajak) tidak akan mengurangi permintaan terlalu besar (permintaan tidak elastis = koefisien elastisitas < 1). Selain itu, jika kita melihat hubungan antara elastisitas dan total penerimaan produsen, kenaikan harga justru akan meningkatkan total penerimaan produsen. Hal ini karena prosentase penurunan kuantitas permintaan akan lebih kecil dari prosentase kenaikan harga, sehingga masih lebih menguntungkan bagi produsen. Karenanya, produsen lebih baik memilih untuk membebankan lebih banyak bagian pajak ke konsumen.
Penawaran
- Elastis. Apabila penawaran elastis, sebagian besar pajak akan dibebankan ke konsumen daripada ke produsen.
- Tidak elastis. Apabila penawaran tidak elastis, sebagian besar pajak akan dibebankan ke produsen daripada ke konsumen.
Entry Filed under: Economy and Financial. .
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. Santosa Soewignjo | December 17, 2008 at 12:21 am
Yang ginian kok sepi comment? Aku baca ah
sapa tau dapat ide nulis buku…
2. yasinta | December 18, 2008 at 2:21 am
Yah, maklumlah… Yang masuk posts beginian orang serius semua, hahaha…
3. n0eri | December 26, 2008 at 3:33 pm
uhm,,, menolong bgd. tapi……… bisa gak di tambahin dg contoh barang yg lagi nge-trend skrang???
4. upiie | May 31, 2009 at 7:08 pm
hahhahah . .
membanttu diri.kuh cekaLi .
5. Tata | October 16, 2009 at 11:54 am
Lo Quantita Equilibrium, rumusnya gmna???
atw hanya bisa di lihat wat grafik saja????