Posts filed under 'Economy and Financial'

Permintaan, Penawaran, dan Pajak (kaitan dengan elastisitas)

Permintaan

  • Elastis. Apabila permintaan suatu barang/jasa bersifat elastis, maka sebagian besar pajak akan dibebankan ke produsen. Hanya sebagian kecil yang dibebankan ke konsumen. Ini dikarenakan barang/jasa bersifat elastis, sehingga kenaikan harga akan sangat mempengaruhi permintaan (ingat, permintaan elastis = koefisien elastisitas >1). Selain itu, jika kita melihat hubungan antara elastisitas dan total penerimaan produsen, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan produsen. Hal ini karena prosentase penurunan kuantitas permintaan akan lebih besar dari prosentase kenaikan harga (sehingga secara keseluruhan menurunkan total penerimaan produsen). Oleh karena itu, produsen lebih baik memilih untuk tidak atau membebankan hanya sedikit dari biaya pajak ke konsumen.
  • Tidak elastis. Apabila permintaan suatu barang/jasa bersifat tidak elastis, maka sebagian besar pajak akan dibebankan ke konsumen. Hanya sebagian kecil yang dibebankan ke produsen. Ini dikarenakan sifat barang/jasa yang tidak elastis, sehingga kenaikan harga (akibat pajak) tidak akan mengurangi permintaan terlalu besar (permintaan tidak elastis = koefisien elastisitas < 1). Selain itu, jika kita melihat hubungan antara elastisitas dan total penerimaan produsen, kenaikan harga justru akan meningkatkan total penerimaan produsen. Hal ini karena prosentase penurunan kuantitas permintaan akan lebih kecil dari prosentase kenaikan harga, sehingga masih lebih menguntungkan bagi produsen. Karenanya, produsen lebih baik memilih untuk membebankan lebih banyak bagian pajak ke konsumen.

Penawaran

  • Elastis. Apabila penawaran elastis, sebagian besar pajak akan dibebankan ke konsumen daripada ke produsen.
  • Tidak elastis. Apabila penawaran tidak elastis, sebagian besar pajak akan dibebankan ke produsen daripada ke konsumen.

5 comments October 14, 2008

Game Theory (Teori permainan)

A. Aplikasi Game Theory

“Game Theory” merupakan sebuah pendekatan terhadap kemungkinan strategi yang akan dipakai, yang disusun secara matematis agar bisa diterima secara logis dan rasional. Game Theory digunakan untuk mencari strategi terbaik dalam suatu aktivitas, dimana setiap pemain didalamnya sama-sama mencapai utilitas tertinggi. Penerapannya banyak dilakukan di berbagai disiplin ilmu seperti biologi, militer, politik, diplomasi, ilmu sosial, dll.

Dalam aplikasi bisnis, Game Theory hampir sama dengan Decision Tree dalam tujuannya untuk menentukan keputusan terbaik, hanya saja Game Theory memperhitungkan langkah yang akan diambil oleh pemain lainnya ( non-parametric ). Seperti kita ketahui, setiap pemain bisnis pasti selalu memikirkan rencana baru yang strategic untuk mencapai payoff tujuannya. Masalahnya adalah, ketika pemain lainnya juga mengambil rencana yang sama maka rencana yang awalnya strategic dapat menjadi tidak bekerja sama sekali atau bahkan merugikan. Parahnya lagi, ini berlaku bagi semua pemain didalamnya.

Sebagai contoh, misalkan perusahaan A ingin menambah penjualan dengan menurunkan harga produknya. Namun ia tidak memperhitungkan bahwa perusahaan sejenis lainnya, sebut saja B juga sedang memikirkan ide yang sama. Jika ada 2 perusahaan dengan produk homogen menurunkan harga, tentu perhatian konsumen yang awalnya 50% untuk 1 produk akan menjadi masing-masing 25% untuk 2 produk yang menurunkan harganya. Padahal kedua perusahaan telah menghitung bahwa untuk menutupi biaya produksi yang bertambah akibat penambahan demand, penjualan harus meningkat setidaknya 35%. Matrix dibawah ini menunjukkan besarnya laba / rugi perusahaan pada beberapa kombinasi :

Asumsi : Dengan harga tetap penjualan Rp. 50 x 100 unit, biaya operasi Rp.3000
Bila harga diturunkan menjadi Rp. 45, permintaan 1 perusahaan naik 50%,
Sehingga hanya 25% untuk masing-masing perusahaan.
Bila demand naik dalam range 20-50% biaya operasi naik 30% menjadi Rp.3900

Pada matrix diatas dapat dilihat bahwa pada saat keduanya menurunkan harga maka laba perusahaan justru berkurang, padahal untuk produksi lebih banyak unit tentu pengorbanan waktu dan biayanya lebih besar. Akibatnya, permainan menjadi lose-lose game bagi keduanya. Namun sebaliknya pula yang dapat terjadi apabila Game Theory diterapkan, permainan akan menjadi win-win game. Ketika kedua perusahaan berkorporasi dan menilai bahwa keputusan terbaik adalah sama-sama tidak mengubah harga semula, maka keduanya akan menang.

Lewat Game Theory, keputusan terbaik yang dapat diambil dalam simulasi bisnis diatas adalah ketika semua pemain didalamnya bekerja sama. Ini memungkinkan setiap pemain mengetahui langkah pemain lainnya sehingga penyesuaian dapat dilakukan. Seandainya pemain menggunakan persaingan untuk memperoleh payoff tujuannya, sangat mungkin perhitungan pemain akan salah. Contoh diatas hanyalah sebuah contoh bisnis yang sederhana. Pada kenyataannya, berbagai kombinasi dapat saja terjadi dan dengan varibel penentu lebih banyak.


B. Musyawarah untuk Mufakat

Musyawarah untuk mufakat juga merupakan salah satu contoh pengaplikasian Game Theory. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa “musyawarah” merupakan salah satu cara untuk mewujudkan situasi yang disetujui oleh kedua belah pihak, atau dengan kata lain merupakan bentuk dari kolom yang menunjukkan perilaku “a-a” atau “b-b” yang sama-sama memberikan pilihan pay-off terbaik bagi kedua pihak (jika diasumsikan hanya 2 pihak yang terlibat).

Model tabel Game Theory musyawarah seperti ini : 

Musyawarah merupakan jalan terakhir dalam tata kehidupan politik Indonesia apabila dalam sebuah pertemuan tidak terbentuk suatu keputusan. Dalam Game Theory, maka dapat digambarkan bahwa sebuah “kebuntuan” dalam mencari solusi merupakan sebuah representasi dari kolom “sependapat-tidak” dimana terdapat pertentangan diantara keduanya. Dan dari sanalah peran musyawarah dibutuhkan, untuk mendorong ke arah terjadinya kolom “sependapat-sependapat”.

Musyawarah adalah salah satu ciri dari solusi yang menawarkan “win-win solution” dimana semua pihak merasa puas dengan keputusan yang diambil. Lewat jalan ini (tabel game theory) maka tidak terjadi pengambilan keputusan secara sepihak yang membuat pay-off akan terasa tidak rata, dimana salah satu akan mengalami keuntungan sedangkan pihak lain mengalami kerugian. Lewat musyawarah maka kotak-kotak “sependapat-tidak” akan diusahakan untuk ‘digeser’ ke arah kesepakatan antara dua pihak.

Harus diingat disini, bahwa hasil dari musyawarah merupakan sebuah kesepakatan, maksudnya adalah persetujuan antar 2 belah pihak, sehingga dalam tabel Game Theory tadi bisa disimpulkan bahwa hasil musyawarah adalah kotak “sependapat-sependapat” atau kotak “tidak-tidak”. Akan tetapi, kelompok kami pada tulisan ini lebih menekankan pada kotak “setuju-setuju” karena lebih ke masalah teknis, yakni lebih terlihat bagaimana perbandingan pay-off nya.

C. Pembahasan Game Theory didalam Cold War

Cold War (1947 – 1991) yang terjadi setelah PD II adalah konflik antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang mencakup bidang militer, nuklir dan senjata konvensional, ekonomi dan embargo perdagangan, propaganda, dll. Cold War ini berakhir antara periode 1989 – 1991 dengan dibuatnya Pakta Warsawa. Secara singkat Cold War/Perang Dingin dapat diuraikan sebagai masa-masa dimana kedua belah pihak (Amerika Serikat/Liberal/Barat dengan Uni Soviet/Komunis/Timur) tidak berperang secara langsung dan terbuka, tetapi lebih terlibat ke perang “urat syaraf”.

Selama perang ini, ketakutan terbesar bagi semua pihak adalah bila kedua pihak saling meluncurkan senjata nuklir maka masing-masing rakyatnya akan terbunuh semua dan juga berdampak besar bagi keseluruhan dunia. Untungnya, ada kebijakan diantara keduanya untuk tidak menggunakan nuklir sebagai senjata dalam Cold War.

Cold War pada akhirnya sangat merugikan kedua belah pihak. Disebutkan bahwa kerugian masing-masing pihak adalah sebesar $10 trilyun, terutama bagi Soviet yang pada masa itu ekonomi negaranya masih belum berkembang. Para ahli berpendapat Soviet adalah pihak yang kalah dalam perang ini karena banyaknya pengeluaran fiskal dibidang militer selama perang mengakibatkan kehancuran ekonomi besar-besaran di pihak Soviet. Bahkan diperkirakan teknologi Soviet akan terus berada 1 dekade dibawah ekonomi AS dan akan semakin jauh setiap tahunnya.

Disisi lain, Cold War memiliki sisi positif karena membawa pada banyak penemuan dibidang teknologi dan militer karena adanya persaingan kemajuan antar negara-negara anggota didalam Pakta Warsawa dan NATO. Banyak penemuan dibidang senjata nuklir dan roket, diantaranya : pesawat tempur jet, bom, senjata kimia, senjata biological, misil-misil canggih, kapal selam, satelit pemantau, peluncur misil dalam laut, dan masih banyak penemuan lainnya yang sejenis.

Cold war dan Game Theory

Seperti yang diketahui bahwa dalam Game Theory boleh dibagi menjadi 2 klasifikasi yaitu :
1. Zero-Sum, dimana satu pemain mendapatkan keuntungan dari kerugian pemain lainnya, dan
2. Non-Zero Sum, dimana ada pihak yang memperoleh keuntungan atau kerugian melampaui jumlah yang dipertaruhkannya, maka dapat kita simpulkan bahwa Cold War adalah Non-Zero Sum Game.

Penerapan Game Theory dalam Cold War dapat kami gambarkan dalam hal keputusan untuk meluncurkan senjata nuklir:

Pada tabel Game Theory diatas utilitas tertinggi adalah pada 300 bila nuklir diluncurkan (mengandaikan 300 adalah pay-off menghancurkan musuh). Namun, dibandingkan dengan resiko utilitas menjadi -10000 apabila negara lawan juga meluncurkan nuklirnya, resiko tersebut terlalu besar untuk ditanggung Amerika Serikat, Uni Soviet, bahkan seluruh dunia. Oleh sebab itu, kedua negara sepakat untuk tidak meluncurkan nuklir sehingga utilitas menjadi -100 (asumsi “minus” sebagai cost pembangunan). Utilitas negative ini adalah kombinasi terbaik bagi keduanya, karena meskipun -100 (sebagai konsekuensi dari perang) namun ini adalah kombinasi dengan tingkat resiko yang paling kecil.

Sedangkan mengenai kemungkinan rangkaian peristiwa yang mungkin terjadi disaat itu, dikutip diagram dari internet berikut ini untuk melengkapi pembahasan :

Diagram diatas menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi selama era Perang Dingin berlangsung. Diagram menunjukkan perhitungan langkah-langkah yang dilakukan kedua pihak serta efek/pay-off bagi kedua pihak.

Melalui pengantar-pengantar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pihak-pihak yang terkait (Uni Soviet dan Amerika Serikat), entah itu sengaja atau tidak sengaja telah mengambil keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Dengan diambilnya keputusan itu maka mereka telah memberikan utilitas terbaik (begitu Game Theory menyebutnya) bagi semua pihak, sehingga dunia terselamatkan dari kehancuran.

Add comment August 19, 2008

Strategi Industrialisasi dan Proteksionisme

Akar intelektual kebijakan industrialisasi yang dikendalikan negara dimulai pada abad ke-19. Antusiasme terhadap usulan–usulan untuk industrialisasi selanjutnya melanda Jepang dan dunia Barat, yang mendorong seorang ahli ekonomi mengatakan bahwa apa yang semula tidak lebih dari tujuan kebijakan telah berubah menjadi “ideologi independensi ekonomi”, yang menghendaki “peningkatan posisi negara serta titik berat pada pada industrialisasi sebagai wahana bagi integrasi nasional” (Claire, 1980;139). Indonesia, sebagai mata rantai negara berkembang, juga tidak luput terkena demam industrialisasi tersebut. Semenjak pembangunan ekonomi dimulai secara terencana sejak tahun 1969, sesungguhnya pendekatan yang digunakan Indonesia adalah strategi industrialisasi.

A. Gagasan Industrialisasi

Secara definitif, sampai saat ini pemaknaan tentang pembangunan ekonomi yang pokok adalah pertumbuhan ekonomi yang berlangsung secara berkesinambungan sehingga menghasilkan transformasi struktural dalam perekonomian. Menurut Mellor (1987;81), pembangunan ekonomi didefinisikan sebagai suatu proses yang dengannya perekonomian diubah dari apa yang sebagian besar pedesaan dan pertanian menjadi sebagian besar perkotaan, industri, dan jasa–jasa. Jadi inti dari pembangunan ekonomi adalah adanya pertumbuhan ekonomi.

Transformasi strukrural sendiri dipahami sebagai pergeseran pertumbuhan sektor primer (pertanian) menuju sektor sekunder (industri) dan kemudian ke sektor jasa (Chandra, 1992:4). Pandangan ini dipelopori oleh Colin Clark (1940) dan Simon Kuznets (1957 dan 1958). Clark menggambarkan tentang ”modernisasi ekonomi”, atau proses pertumbuhan ekonomi dalam kerangka perubahan proporsional yang besar menuju produksi sekunder dan peningkatan yang layak dalam produksi tersier. Negara yang telah mencapai tahapan modernisasi ekonomi inilah yang dianggap telah mengalami tahap industrialisasi. Transformasi struktural disini diharuskan, karena sektor primer dipandang tiak memiliki nilai tambah yang tinggi serta nilai tukarnya rendah.

(more…)

Add comment August 19, 2008

Permintaan dan Penawaran

A. Kurva Permintaan

Kurva permintaan menunjukkan hubungan antara harga suatu produk dengan kuantitas yang diminta, jika hal-hal lainnya konstan/ceteris paribus. Permintaan ber-slope negatif terhadap harga (hukum permintaan). Dengan kata lain, ketika harga naik permintaan akan turun, dan ketika harga turun permintaan akan naik.

Kuantitas permintaan cenderung turun ketika harga naik karena dua alasan dasar :
1. Efek substitusi. Naiknya harga suatu produk akan mengakibatkan konsumen mencari substitusi yang harganya tidak naik. Misalnya saja, harga telur bebek naik, maka dapat diganti dengan telur ayam. (Produk substitusi adalah produk-produk yang memiliki fungsi sama/serupa).
2. Efek pendapatan. Apabila harga naik sementara pendapatan konsumen tidak berubah, maka daya beli riil konsumen tersebut berkurang.

Kuantitas yang diminta semua individu pada setiap tingkat harga dapat dijumlahkan untuk memperoleh permintaan pasar (market demand). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan pasar :
1. Rata-rata pendapatan konsumen. Apabila pendapatan naik, setiap orang akan cenderung mengkonsumsi lebih/membeli lebih banyak barang meskipun harga barang tidak berubah.
2. Ukuran pasar. Kota yang populasinya lebih besar cenderung akan membeli lebih banyak daripada kota yang populasinya kecil.
3. Harga dan ketersediaan produk-produk yang berkaitan. Salah satunya yang penting adalah produk substitusi. Misalnya saja, permintaan akan mobil berukuran sedang akan rendah apabila harga mobil berukuran kecil murah.
4. Selera. Berbagai perbedaan sejarah dan budaya akan mempengaruhi selera konsumen. Produk tertentu mungkin laku di suatu wilayah, namun tidak di wilayah lainnya. Misalnya saja, daging kerbau tidak akan laku di India karena tabu untuk dikonsumsi (kerbau adalah binatang yang mulia di India). Perbedaan ini juga dapat berupa kebutuhan psikologi tertentu, pakaian dan makanan khas daerah, rokok, mobil mewah, dan lain sebagainya.
5. Pengaruh-pengaruh khusus. Misalnya saja, permintaan produk dekorasi natal menjelang perayaan Natal, baju renang menjelang musim panas, payung menjelang musim hujan, dan transportasi publik ketika harga parkir/bensin sangat mahal.

Lima faktor diatas dapat mengakibatkan pergeseran kurva permintaan, karena merupakan faktor-faktor diluar harga. Perhatikan bahwa kenaikan/penurunan harga akan mengakibatkan permintaan berubah di sepanjang kurva permintaan, sedangkan kelima faktor diatas akan mengakibatkan pergeseran kurva permintaan.

(more…)

29 comments August 19, 2008

Permintaan dan Penawaran Uang (Money Supply and Demand)

A. Permintaan Uang (money demand/MD)

Permintaan uang menunjukkan keseluruhan uang yang diminta oleh sebuah perekonomian pada periode tertentu.

Secara umum, ada tiga motif orang menggunakan uang :

  1. Motif transaksi (transactional motive). Permintaan uang untuk motif ini dapat disebut dengan MDt.
  2. Motif berjaga-jaga (precautionary motive). Permintaan uang untuk motif ini dapat disebut MDp.
  3. Motif spekulasi (speculation motive), atau MDs.

Permintaan uang untuk motif transaksi dan berjaga-jaga sangat dipengaruhi oleh pendapatan. Sedangkan permintaan uang untuk spekulasi sangat dipengaruhi oleh suku bunga.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi permintaan uang, diantaranya :

  • Pendapatan riil. Semakin tinggi pendapatan, permintaan akan uang akan semakin besar. Ini karena konsumsi dan tabungan akan bertambah seiring dengan meningkatnya pendapatan.
  • Tingkat suku bunga. Semakin tinggi suku bunga, permintan uang untuk motif spekulasi akan berkurang. Tingginya suku bunga akan membuat biaya pinjaman uang untuk berspekulasi bertambah mahal. Selain itu, jika tingkat suku bunga tinggi, orang akan lebih baik menabung di bank dengan jaminan suku bunga yang ada daripada berspekulasi.
  • Tingkat harga umum. Semakin tinggi tingkat harga umum, permintaan akan uang akan semakin bertambah. Ini karena harga barang/jasa bertambah mahal, sehingga dibutuhkan lebih banyak uang untuk membelinya.
  • Pengeluaran konsumen. Misalnya saja pengeluaran konsumen pada bulan-bulan menjelang Natal, puasa, atau Hari Raya lainnya akan bertambah. Akibatnya, permintaan uang juga akan bertambah.

B. Penawaran Uang (Jumlah Uang Beredar/JUB/Money Supply/MS)

Penawaran uang/MS adalah jumlah keseluruhan uang yang diedarkan bank pada waktu tertentu di sebuah ekonomi. Defini MS dapat dilihat sebagai berikut :

  • M0, yaitu definisi MS secara sempit. M0 hanya terdiri dari uang kartal, yaitu uang kertas dan logam yang kita pegang sehari-hari.
  • M1, yaitu M0 ditambah dengan demand deposit (dd). Dd adalah tabungan yang kita miliki di bank, yang dapat dicairkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. M1 ini merupakan perhitungan JUB yang sangat likuid.
  • M2, yaitu M1 ditambah dengan time deposit (td). Td adalah tabunga, deposito, dan sejenisnya, yang memiliki waktu jatuh tempo atau tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu dibutuhkan.
  • M3, yaitu M2 ditambah dengan deposito jangka panjang, Ini meliputi dana-dana institusional yang ada dipasar uang.

(more…)

10 comments August 11, 2008

Contoh Future Wheels

Berikut ini adalah gambaran future wheels sebagai rentetan akibat dari rendah/turunnya suku bunga.

null

Seperti yang terlihat diatas, rendahnya suku bunga menimbulkan dampak yang berkepanjangan bagi segi-segi kehidupan lainnya. Berbagai dampak lain muncul dari dampak-dampak primer yang ada, sehingga dapat ditelusuri sampai beberapa dimensi kedepan. Dalam contoh ini, terlihat bahwa dampak ekonomi sangat luas rentetannya. Hal ini dikarenakan kejadian yang dipilih berkaitan erat dengan ekonomi makro sehingga pengaruh ekonominya sangat luas bagi kehidupan masyarakat.

Dari denah future wheels diatas, ada beberapa dampak lainnya yang berada didalam dampak ekonomi dan sosial, namun tidak dirinci karena banyak yang saling bersinggungan, diantaranya yaitu :
a. Dampak kesejahteraan masyarakat, diantaranya usaha baru bermunculan, pengangguran berkurang, kriminalitas berkurang, pembangunan merata, dan transportasi makin mudah.
b. Dampak lingkungan yaitu polusi, kemacetan, dan kecelakaan.
c. Dampak budaya, diantaranya menimbulkan konsumerisme

Dalam future wheels, bisa terjadi dampak-dampak yang saling bertolak belakang. Seperti yang terlihat pada gambar kami di atas, disatu sisi mengakibatkan tingkat pembelian kendaraan bermotor meningkat (kredit mudah), namun di sisi lain mengakibatkan daya beli masyarakat rendah (inflasi). Namun bisa saja peningkatan kuantitas pembelian kendaraan itu sendiri dipicu oleh sistem kredit yang sedang marak terjadi sebagai akibat dari daya beli masyarakat yang rendah. Jadi, diantara berbagai dampak diatas ada beberapa yang memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung.

Dari contoh dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa future wheels penting untuk dipelajari agar kita bisa memperhitungkan apa yang akan terjadi dalam beberapa dimensi waktu kedepan sebagai akibat dari kejadian / trend yang ada saat ini. Karena satu peristiwa saja dapat mempengaruhi begitu banyak segi kehidupan, kita harus mampu menganalisisnya untuk mengetahui peluang dan ancaman yang ada dimasa depan.

1 comment July 30, 2008

Previous Posts


Pages

Recent Posts

ATTENTION….!!

Buat yang kasih komen n tanyain materi kuliah : tugas, cara hitung, penjelasan, atau pertanyaan apapun lainnya.... Tolong komen di blog baruku aja http://yasinta.net Postingan disana sama kok, malah lebih update n bakal direspon kalau ada pertanyaan2. Soalnya blog ini udah jarang dibuka. Harap maklum...

Blogroll

Top Posts

Blog Stats

Categories